Berinvestasi Sekaligus Mendukung Pembangunan Negeri melalui ORI

Jika cukup aktif mengikuti perkembangan dunia investasi di Indonesia, kemungkinan besar Anda pasti tahu bahwa beberapa belakangan ini, banyak bank mulai gencar mempromosikan investasi Obligasi Negara Ritel (ORI), atau yang juga dikenal sebagai Obligasi Republik Indonesia. Instrumen investasi satu ini bisa dibilang cukup unik karena pihak penerbitnya adalah pemerintah. Jadi, apa itu Obligasi Republik Indonesia?

Mendukung Perekonomian Nasional

ORI adalah produk investasi berupa obligasi (surat utang) yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia dan dijual kepada masyarakat Indonesia. Namun, penjualannya dilakukan melalui pihak bank dan sekuritas. Untuk melakukan investasi ORI, setiap orang harus menyiapkan dana minimal sebesar Rp 5 juta dan maksimum sebesar Rp 3 miliar dengan pemesanan kelipatan Rp 5 juta. ORI dapat diperdagangkan di apsar sekunder dengan penawaran kupon tetap (fixed rate) yang dibayarkan setiap bulan.

Pertama kali diterbitkan pada Agustus 2006, ORI telah menginjak usianya yang ke-10 tahun pada 2016 lalu. Hingga kini, pemerintah telah menerbitkan 12 seri ORI, di mana seri ORI terbaru telah diterbitkan pada Oktober 2016. Penerbitan ORI berperan penting bagi perekonomian nasional. Salah satu fungsinya adalah sebagai sumber pembiayaan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Panduan Berinvestasi ORI

Keuntungan Berinvestasi ORI

Sebagai salah satu produk investasi, ORI tentu menawarkan berbagai keuntungan yang bisa Anda dapatkan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Relatif aman – Dana pokok dan kupon ORI dijamin oleh Undang-Undang.
  • Jumlah kupon relatif lebih besar – Kupon yang ditawarkan lebih tinggi apabila dibandingkan rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN. Tingkat bunganya pun tetap sampai jatuh tempo.
  • Alternatif sumber penghasilan pasif – Setiap bulannya, kupon dari ORI akan dibayarkan kepada nasabah.
  • Kesempatan untuk memajukan Indonesia – Penerbitan ORI berperan penting dalam pembangunan dan perekonomian nasional, sekaligus sebagai sumber pembiayaan APBN.
  • Mendukung program pelestarian lingkungan hidup – Dalam penerbitan ORI, pemerintah selalu mengusung tema lingkungan hidup.
  • Likuiditas yang cenderung tinggi – ORI termasuk dalam instrumen investasi yang bersifat likuid karena dapat diperdagangkan pada pasar sekunder atau bursa.
  • Peluang capital gain – Nasabah berpotensi memperoleh capital gain apabila ORI dijual dengan harga yang lebih tinggi dari harga beli setelah memperhitungkan biaya transaksi di pasar sekunder.
  • Dapat dipinjamkan atau dijaminkan – Antara lain jaminan dalam pengajuan pinjaman pada bank umum, lembaga keuangan lainnya, atau jaminan dalam rangka transaksi efek.

Mekanisme Pembelian ORI

Tertarik untuk membeli ORI? Setiap seri ORI yang diterbikan pemerintah memiliki masa tenor tiga tahun. Seri terbaru, yakni ORI013, baru saja diterbitkan pada tahun 2016 lalu sehingga jatuh temponya adalah tahun 2019 mendatang. Sambil menunggu seri ORI terbaru diterbitkan, sebaiknya Anda mempelajari mekanisme pembeliannya dulu. Sama sekali tidak susah.

  1. Apabila sudah menyiapkan dana, Anda bisa langsung mendatangi salah satu bank atau perusahaan sekuritas sebagai agen penjual. DBS termasuk salah satu bank yang menjual produk ORI.
  2. Agen penjual akan memberi Anda formulir pemesanan yang harus diisi secara lengkap.
  3. Anda akan menerima salinan formulir pemesanan tersebut.
  4. Jika seluruh syarat dan ketentuan telah dipenuhi, Anda sudah bisa membeli ORI.

Risiko ORI yang Perlu Diketahui

Sama seperti berbagai instrumen investasi yang lain, ORI juga memiliki risiko tersendiri. Anda harus memahami risiko-risiko ini sebelum membelinya.

  • Risiko pasar – Ada kemungkinan Anda akan mengalami penurunan harga ORI di pasar sekunder.
  • Risiko likuiditas – Anda bisa saja mengalami kesulitan untuk mencairkan dana atau menjual ORI di pasar sekunder.
  • Risiko suku bunga – Produk-produk obligasi terkena pengaruh dari pergerakan suku bunga atau BI Jika BI rate naik, obligasi akan mengalami penurunan harga. Namun, sebaliknya, jika BI rate turun, obligasi akan mengalami kenaikan harga.

Lebih dari sekadar investasi, Obligasi Republik Indonesia memberi Anda peluang untuk mendukung stabilitas pasar keuangan domestik dan mewujudkan cita-cita kemandirian dalam pembangunan. Terlebih, pemerintah juga menerbitkan ORI dengan tujuan untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang berorientasi pada investasi jangka menengah dan panjang. Jadi, tertarikkah Anda untuk berinvestasi ORI?