Bagaimanakah Hukum Melahirkan Caesar Menurut Islam?

Tren melahirkan secara caesar terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu tapi bagaimanakah sesungguhnya hukum melahirkan caesar menurut Islam? Apakah diperbolehkan melakukan operasi caesar meski kandungan yang dialami tergolong normal? Berikut ini adalah penjelasan singkat dan ringkas mengenai beberapa pendapat berkenaan dengan operasi caesar yang dilakukan oleh ibu hamil. Pandangan islam mengenai caesar didasarkan atas kesehatan dan keselamatan ibu dan anak. Namun ada pula pandangan lain yang akan dikupas selanjutnya.

Melakukan Operasi Caesar Atas Dasar Keselamatan

Islam memperbolehkan caesar apabila berkaitan dengan keselamatan ibu dan bayi yang ada dalam kandungan. Setidaknya ada tiga hal yang menyebabkan melahirkan caesar menurut Islam disarankan untuk dilakukan. Pertama, operasi dilakukan dengan tujuan untuk menyelamatkan jiwa sang ibu yang mungkin mengalami kondisi kritis dan berbahaya. Kondisi seperti kejang-kejang yang dialami oleh ibu, pendarahan, atau infeksi dapat menyebabkan kondisi ibu dan bayi dalam keadaan kritis. Oleh karena itu operasi caesar pun menjadi wajib untuk dilakukan.

melahirkan caesar menurut Islam

Melahirkan caesar menurut Islam boleh dilakukan jika memikirkan tentang kondisi kesehatan sang ibu dan jabang bayi. Alasan yang kedua adalah apabila operasi caesar tersebut dapat menyelamatkan salah satu jiwa. Seperti contohnya apabila sang ibu kemudian meninggal dunia sedangkan sang bayi masih hidup maka caesar menjadi wajib untuk dilakukan. Hal yang sebaliknya pun juga berlaku. Pemikiran yang ketiga adalah didasarkan pada kondisi keadaan janin dalam kandungan. Apabila bayi berada dalam posisi sunsang atau miring, bayi terlilit oleh tali pusar, atau keadaan ketuban pecah sehingga membahayakan janin maka operasi caesar boleh dilakukan. Oleh karenanya agar dimudahkan dalam proses melahirkan, alangkah lebih baik jika seorang ibu hamil untuk selalu mengamalkan doa untuk ibu hamil dan surah – surah Al-Quran.

Melakukan Operasi Caesar Atas Dasar Tren

Di sisi lain, persalinan caesar menurut Islam menjadi tidak diperbolehkan apabila tidak berdasarkan atas alasan-alasan yang telah disebutkan di atas. Semisal, Ibunda ingin melakukan caesar karena ikut-ikutan atau karena ingin menentukan tanggal lahir si anak, maka hal ini tidak diperbolehkan. Lebih-lebih karena melahirkan caesar menurut Islam memberikan dampak yang tidak baik ketika tidak didasarkan atas dasar keselamatan ibu dan anak. Madharat yang mungkin didapat adalah kondisi rahim menjadi lemah setelah melahirkan juga kemungkinan memiliki anak menjadi sedikit terbatas. Demikianlah menurut beberapa pendapat. Semoga dapat membantu.